MAKASSAR, VOID.CO.ID – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk segera merealisasikan pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) di tingkat desa dan kelurahan. Imbauan ini disampaikan dalam rapat koordinasi virtual dari Ruang Rapat Toraja, Kantor Gubernur Sulsel, pada Kamis, 8 Mei 2025.
Dalam rapat tersebut, Jufri menyoroti lambatnya progres pembentukan KMP. Berdasarkan data Kementerian Koperasi per 7 Mei 2025, masih banyak desa dan kelurahan yang belum memulai proses pendirian koperasi.
“Kami meminta daerah mengambil langkah cepat di lapangan karena banyak yang masih di bawah rata-rata,” ujarnya. Ia juga mencontohkan Kabupaten Takalar yang berhasil mendirikan KMP di seluruh desanya, sebagai praktik baik yang bisa diadaptasi daerah lain sesuai kebutuhan masing-masing.
Jufri juga menginstruksikan Dinas Koperasi kabupaten/kota untuk segera memulai tahapan pendirian KMP, mulai dari sosialisasi, musyawarah desa, hingga penyusunan akta koperasi dengan notaris. Targetnya, seluruh desa dan kelurahan di Sulsel sudah memiliki KMP sebelum peluncuran nasional 80.000 koperasi pada Hari Koperasi, 12 Juli 2025.
Dalam rapat itu, Sekda Takalar, Muhammad Hasbi, turut membagikan strategi sukses pembentukan KMP di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa Takalar membagi pelaksanaan pendirian koperasi per kecamatan dalam lima hari, dengan dukungan penuh dari bupati dan camat.
Hasbi memaparkan tiga pendekatan dalam pembentukan koperasi: mendirikan baru, mengembangkan yang sudah ada, dan merevitalisasi yang tidak aktif. Takalar memilih mendirikan koperasi baru dengan bantuan notaris dari Ikatan Notaris Indonesia.
Mengacu pada Surat Edaran Menteri Koperasi No. 1 Tahun 2025, kepala desa juga berperan sebagai pengawas koperasi di wilayahnya. Hasbi yakin, program KMP dapat meningkatkan kesejahteraan warga desa, mengurangi ketergantungan pada rentenir, serta mendukung pertumbuhan UMKM dan penciptaan lapangan kerja.
Leave a Reply