MAKASSAR, VOID.CO.ID – Proyek penulisan ulang sejarah nasional yang saat ini tengah dijalankan di bawah koordinasi Kementerian Kebudayaan, dipimpin oleh Menteri Fadli Zon, menuai sorotan dari kalangan akademik muda.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dewan Mahasiswa (DEMA) UIN Alauddin Makassar, Yahya Santoso, menyampaikan keprihatinannya terhadap proses dan arah penyusunan narasi sejarah baru tersebut.
Proyek besar yang melibatkan ratusan akademisi, sejarawan, dan arkeolog ini ditarget rampung sebelum peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80.
Namun, menurut DEMA UIN, langkah ini perlu diawasi ketat agar tidak menjadi instrumen kepentingan politik jangka pendek.
“Sejarah adalah milik rakyat, bukan sekadar milik penguasa,” tegas Yahya.
Ia menekankan bahwa sejarah harus ditulis secara inklusif dan adil, mewakili keragaman suara dan pengalaman dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk komunitas adat dan kelompok marjinal.
DEMA UIN mengkritik minimnya pelibatan masyarakat sipil, generasi muda, dan organisasi perempuan dalam proses ini.
Waktu penyusunan yang dinilai terburu-buru serta peluncuran yang bertepatan dengan momen politik, dikhawatirkan akan mengorbankan ketelitian ilmiah dan keberagaman narasi.
Meskipun mendukung pembaruan narasi sejarah yang selama ini dinilai terlalu terpusat pada Jakarta, pihak DEMA menegaskan pentingnya standar ilmiah dan transparansi.
Mereka mendesak agar identitas penyusun serta metodologi kerja dipublikasikan, dan agar ruang konsultasi publik dibuka seluas mungkin.
“Sejarah tak boleh dijadikan alat legitimasi kekuasaan,” tambah Yahya.
Pihaknya juga mendorong pembentukan forum akademik independen untuk mengevaluasi hasil penulisan ulang ini, demi menjamin objektivitas dan kualitas.
Sebagai bagian dari generasi muda, DEMA UIN Alauddin menolak segala bentuk distorsi sejarah yang berpotensi mencederai integritas bangsa.
Mereka menegaskan bahwa sejarah yang ditulis secara jujur dan adil akan menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan Indonesia.
Penulis: Yahya Santoso Menteri Pendidikan dan Kebudayaan DEMA UIN Alauddin Makassar
Leave a Reply