MAKASSAR, VOID.CO.ID – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya reformasi manajerial serta transformasi digital di tubuh PT BPR Kota Makassar Perseroda.
Penegasan itu disampaikan saat memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Balai Kota Makassar, Senin (28/7/2025).
“Ke depan, saya ingin BPR tampil lebih kompetitif dan mampu memberi kontribusi signifikan bagi Pemkot Makassar,” tegas Munafri dalam arahannya.
Menurutnya, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT BPR bukan semata entitas bisnis, melainkan instrumen strategis dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia mengingatkan bahwa tujuan pembentukan BUMD tidak sebatas mencari keuntungan, namun juga mengemban tanggung jawab untuk mendukung pembangunan daerah.
“BPR jangan hanya beroperasi sebagai perusahaan biasa. Ia harus mampu menunjukkan peran konkret dalam menopang pendapatan daerah,” imbuh Munafri.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri menyoroti beberapa aspek fundamental yang perlu segera dibenahi, termasuk perbaikan struktur organisasi, peningkatan kualitas SDM, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital.
Ia menilai pembenahan ini krusial untuk memperkuat kinerja perusahaan yang selama ini dinilai belum optimal, terutama karena kelemahan pada struktur direksi dan dewan pengawas.
“Pemerintah sebagai pemegang saham akan memberi perhatian serius terhadap hal ini,” ujarnya.
Munafri juga menekankan pentingnya pengembangan SDM sebagai prioritas utama. Ia mengkhawatirkan bila hal tersebut diabaikan, maka akan menjadi hambatan besar dalam jangka panjang.
“Direksi harus segera menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi dan proses digitalisasi agar tidak tertinggal,” tambahnya.
Menutup arahannya, Munafri meminta jajaran direksi PT BPR Kota Makassar Perseroda untuk segera menyusun strategi konkret dalam menindaklanjuti berbagai masukan tersebut.
“Edukasi dan reformasi ini harus menjadi fondasi untuk meningkatkan kapasitas perusahaan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi Pemkot Makassar,” tutupnya.
Dalam forum yang sama, Direktur Utama PT BPR Kota Makassar Perseroda, Ir. Qurani Masiga, menyampaikan laporan pertanggungjawaban kinerja tahun buku 2024.
Laporan tersebut sekaligus mencakup usulan strategis terkait kebijakan pengelolaan perusahaan dan arah kebijakan pemegang saham.
“Total aset tahun 2024 tercatat sebesar Rp25,947 miliar atau 199,9% dari target Rencana Kerja Perusahaan (RKP) sebesar Rp23,738 miliar,” ungkap Qurani.
Dari sisi pendapatan operasional, BPR mencatatkan capaian sebesar Rp3,234 miliar. Namun, pengeluaran operasional mencapai Rp3,8 miliar, lebih tinggi dari proyeksi awal sebesar Rp2,5 miliar.
“Laba buku tahun 2024 mencapai Rp225 juta, dan ini akan menjadi dasar dalam pembahasan alokasi laba bersih setelah pajak,” tambahnya.
RUPS juga membahas agenda penting lainnya, termasuk penyempurnaan struktur direksi dan dewan pengawas sesuai amanat Permendagri Nomor 21 Tahun 2024, serta evaluasi atas penghasilan jajaran manajemen.
Rapat turut dihadiri oleh Wali Kota Makassar selaku pemegang saham utama, tim ahli wali kota, serta para pemangku kepentingan lainnya, termasuk Hudli Huduri dan Dara Nasution.
Leave a Reply