Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan, Wali Kota Makassar Dukung Program Pemetaan Genetik Siswa oleh BrainEvo

Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan, Wali Kota Makassar Dukung Program Pemetaan Genetik Siswa oleh BrainEvo

Pemkot Makassar Mendukung program pemetaan karakter siswa berbasis genetik yang diinisiasi oleh Lembaga BrainEvo Indonesia

Makassar, VOID.CO.ID – Pemerintah Kota Makassar menyatakan dukungannya terhadap program pemetaan karakter siswa berbasis genetik yang diinisiasi oleh Lembaga BrainEvo Indonesia. Program ini dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasinya saat menerima tim BrainEvo Indonesia dalam pertemuan resmi di Balai Kota Makassar, Selasa (26/08/2025).

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Program BrainEvo, Iqbal Reymon.

Dalam audiensi tersebut, Iqbal menjelaskan bahwa program ini mengusung konsep pemetaan potensi genetik siswa melalui analisis sidik jari. Hasilnya dapat menjadi landasan awal dalam memahami karakter dasar anak, yang kemudian dipadukan dengan pengaruh lingkungan rumah dan sekolah.

“Pemetaan ini membantu orang tua dan guru merancang pendekatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak. Sejauh ini, sosialisasi telah dilakukan di sekitar 20 sekolah di Makassar,” ujar Iqbal.

Ia menambahkan, program ini juga terintegrasi dengan prinsip pembelajaran Deep Learning, yang mencakup asesmen karakter, pelatihan guru, hingga pelibatan aktif orang tua dalam proses pendampingan anak.

Menanggapi hal tersebut, Munafri menyambut baik inovasi yang ditawarkan. Ia melihat pemetaan genetik sebagai langkah strategis dalam mendukung perkembangan potensi anak secara lebih terarah.

“Saya pribadi sudah mencoba tes ini untuk anak-anak saya. Hasilnya sangat membantu kami memahami kebutuhan dan pola asuh yang cocok. Bila diterapkan di sekolah, tentu akan sangat bermanfaat bagi siswa Makassar,” ucapnya.

Sebagai tahap awal, Pemkot Makassar bersama BrainEvo akan menggelar uji coba program di dua sekolah, masing-masing satu SD dan satu SMP. Proyek percontohan ini akan melibatkan guru dan siswa dalam skala terbatas sebelum dilakukan evaluasi lebih lanjut.

“Kita mulai dari satu kelas dulu. Nanti dari hasil uji coba ini, kita bisa pertimbangkan penerapan di sekolah lain secara lebih luas,” tambah Munafri.

Ia berharap, lewat program ini, siswa di Makassar bisa mendapatkan pendampingan yang lebih personal dan efektif, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan potensi terbaiknya.

Leave a Reply