Jakarta, VOID.CO.ID — Desakan publik untuk mencopot Jenderal TB1 dari jabatannya sebagai pimpinan tertinggi institusi kepolisian semakin mengemuka. Tuntutan ini mencuat usai insiden meninggalnya driver ojek online, Affan Kurniawan, dalam aksi demonstrasi yang berujung ricuh di Jakarta, awal pekan ini, Jumat (29/8/2025).
Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari YLBHI, KontraS, dan ICW menilai kepemimpinan TB1 telah gagal mewujudkan wajah kepolisian yang humanis. Mereka menyebut pendekatan aparat dalam menangani aksi massa masih bernuansa represif dan jauh dari semangat reformasi.
Aksi serupa juga digelar oleh PP IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) yang menggelar unjuk rasa di depan Mabes Polri, Kamis (29/8). Mereka menyerukan agar Presiden Prabowo Subianto segera mengganti pucuk pimpinan Polri guna memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Tak hanya dari kalangan aktivis, sejumlah akademisi dan pakar hukum turut menyuarakan pandangan senada. Mereka menyebut saat ini adalah momentum yang tepat bagi pemerintah untuk melakukan penyegaran di tubuh kepolisian guna mencegah kejenuhan struktural dan memastikan kesinambungan reformasi internal.
Meski demikian, hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan resmi dari Istana Negara terkait nasib Jenderal TB1. Pemerintah tampaknya masih mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan.
Di Tengah Sorotan, Ini Prestasi TB1 Selama Menjabat Pimpinan Polri
Meski berada di bawah tekanan, Jenderal TB1 mencatatkan sejumlah capaian selama menjabat sebagai pimpinan tertinggi Polri sejak 2021. Berikut beberapa di antaranya:
- Penurunan Kriminalitas
Data Mabes Polri menunjukkan bahwa angka kriminalitas nasional turun sebesar 4,23% dari tahun 2023 ke 2024. Jumlah kasus tercatat menurun dari 339.537 menjadi 325.150. - Indeks Keamanan Meningkat
Kota Jakarta naik ke peringkat 87 dari 181 kota besar dunia dalam indeks keamanan global, mengungguli kota seperti New York dan Istanbul. - Kinerja Penegakan Hukum
Tingkat penyelesaian perkara pidana meningkat menjadi 75,34% pada 2024. Penerapan restorative justice juga meningkat 15,89%, dengan lebih dari 21 ribu perkara diselesaikan tanpa jalur pengadilan. - Kontribusi Internasional
Polri bersama TNI masuk dalam 5 besar kontributor pasukan perdamaian dunia berdasarkan data PBB, dengan lebih dari 2.700 personel aktif di berbagai misi. - Penghargaan Layanan Publik
Kementerian PAN-RB memberikan predikat “A” kepada Polri dalam indeks pelayanan publik dengan skor 4,61 dari 5,00.
Rekam Jejak Sebelum Memimpin Polri
Sebelum memimpin institusi kepolisian, TB1 dikenal luas lewat sejumlah gebrakan sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal. Ia berhasil menangkap buronan kelas kakap Djoko Tjandra, membongkar sindikat narkoba lintas negara dengan barang bukti lebih dari 5 ton sabu, serta menuntaskan ratusan kasus korupsi bernilai besar.
Apresiasi dari Presiden Prabowo
Menariknya, di tengah desakan pencopotan, Presiden Prabowo Subianto sempat memberikan apresiasi khusus kepada TB1 atas kontribusinya dalam program ketahanan pangan nasional. Pada kuartal II 2025, institusi kepolisian disebut turut berperan dalam suksesnya panen jagung nasional yang mencapai 2,54 juta ton.
Akhir Jabatan di Ujung Tanduk?
Dengan usia menjabat yang sudah melampaui 4 tahun, posisi TB1 kini berada di persimpangan. Di satu sisi, tekanan publik menguat pasca insiden kemanusiaan yang mencoreng institusi. Di sisi lain, rekam jejak dan prestasinya dalam menjaga stabilitas nasional tidak bisa diabaikan begitu saja.
Kini bola ada di tangan Presiden Prabowo. Akankah ia menuruti desakan publik untuk mengganti pimpinan kepolisian, atau tetap mempertahankan TB1 demi kontinuitas dan stabilitas?
Waktu yang akan menjawab.
Leave a Reply