40.000 Hektare Sawah di Sumut, Sumbar, dan Aceh Rusak Akibat Banjir dan Longsor

40.000 Hektare Sawah di Sumut, Sumbar, dan Aceh Rusak Akibat Banjir dan Longsor

Foto: Banjir yang merendam pemukiman warga di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Selasa (25/11). (Dok. BPBD Kabupaten Tapanuli Utara)

Jakarta – VOID.CO.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan akan melakukan pemulihan terhadap lahan persawahan yang terdampak banjir bandang serta longsor di tiga provinsi di Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman telah meninjau area bencana di Sumut untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan cepat. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memperbaiki area yang mengalami kerusakan.

Total kerusakan lahan padi yang tercatat mencapai sekitar 40.000 hektare. Dari jumlah tersebut, 82 hektare di antaranya mengalami kerusakan parah berdasarkan peninjauan Amran di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.

“Sawah yang rusak kita bangun seperti semula, itu tanggung jawab pemerintah pusat dan dalam hal ini Kementerian Pertanian,” ujar Amran dalam konferensi pers pengiriman bantuan ke Sumatra di kantor Kementan, Kamis (4/11/2025).

Amran juga mengungkapkan rasa pilunya setelah melihat langsung kondisi sawah warga yang hancur akibat bencana, terutama yang sudah mendekati masa panen.

“Jadi yang rusak total kami lihat, sawah sudah rata. Ada yang 1 minggu mau panen, kemudian 2 minggu mau panen tiba-tiba banjir datang. Sedih saya melihat saudara kita terkena musibah,” tuturnya.

Karena itu, Kementan langsung melakukan pendataan detail terhadap area persawahan yang terdampak.

“Mulai kemarin, kami langsung bergerak identifikasi, persiapan paling lambat sudah ngolah itu di Januari minggu pertama, alat sudah bekerja. 3 minggu ini persiapan,” jelas Amran.

Untuk implementasi di lapangan, Kementan menggandeng kontraktor lokal yang ditetapkan oleh pemerintah daerah, sementara seluruh biaya dipenuhi oleh pemerintah pusat.

“Kami kerja sama menggunakan kontraktor lokal. Pak Bupati tinggal tunjuk, Pak Gubernur nanti langsung kerjakan, pusat yang biayai. Bukan unitnya berapa, tapi sampai selesai. Jadi kami tanggung jawab ambil alih sampai selesai dan bukan saja di sini tapi seluruh yang terdampak,” tegasnya.

Amran menambahkan, bantuan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan di masing-masing lokasi, termasuk dukungan bagi petani yang gagal panen.

Untuk sawah yang rata akibat banjir, pemerintah akan membangun kembali lahan tersebut serta memberikan bantuan benih dan sarana produksi lain yang dibutuhkan.

Sumber: CNBC Indonesia

Leave a Reply