Parepare, VOID.CO.ID — Satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare, Tasming Hamid dan Hermanto, menunjukkan perkembangan pada sejumlah indikator pembangunan daerah serta realisasi bertahap program prioritas. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik mencatat adanya tren perbaikan di berbagai sektor di Kota Parepare.
Berdasarkan rilis BPS, tingkat kemiskinan menurun dari 5,27 persen pada 2024 menjadi 4,44 persen pada 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) turut meningkat dari 80,97 menjadi 81,50. Angka harapan hidup juga mengalami kenaikan, dari 74,63 tahun menjadi 74,90 tahun.
Pada sektor pendidikan, Harapan Lama Sekolah tercatat 14,62 tahun, sedangkan Rata-rata Lama Sekolah mencapai 10,89 tahun. Di bidang ekonomi, pengeluaran riil per kapita meningkat dari Rp14,92 juta menjadi Rp15,41 juta. Tingkat pengangguran terbuka turun dari 5,23 persen menjadi 4,98 persen, sementara ketimpangan ekonomi yang diukur melalui Gini Ratio menurun dari 0,376 menjadi 0,344.
Produksi padi turut menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,88 persen, dari 4,98 ribu ton menjadi 5,02 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG).
Selain capaian indikator makro, Pemerintah Kota Parepare melaporkan bahwa sejumlah program prioritas yang dijanjikan pada masa kampanye telah mulai direalisasikan secara bertahap.
Di sektor ekonomi, pemerintah mendorong kemudahan investasi dan perizinan melalui percepatan layanan birokrasi serta penguatan kepastian berusaha. Kebijakan yang memprioritaskan tenaga kerja lokal juga mulai diterapkan dalam berbagai proyek pembangunan guna memastikan manfaat ekonomi dirasakan masyarakat setempat.
Program penciptaan 1.000 pengusaha baru mulai dijalankan melalui pelatihan kewirausahaan dan penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Meski demikian, pemerintah menilai keberlanjutan program tersebut memerlukan dukungan ekosistem yang lebih komprehensif, termasuk akses permodalan dan perluasan pasar.
Di bidang pendidikan, program seragam sekolah gratis menjadi salah satu kebijakan yang paling cepat dirasakan masyarakat. Selain itu, beasiswa Parepare Cerdas mulai disalurkan guna mendukung keberlanjutan pendidikan pelajar.
Pada sektor kesehatan dan perlindungan sosial, pemerintah merealisasikan program BPJS gratis bagi masyarakat serta menyalurkan bantuan sosial, antara lain perlengkapan jenazah dan penyediaan lahan pemakaman. Program bedah rumah juga telah dilaksanakan meskipun masih terbatas pada sejumlah penerima manfaat.
Di lingkungan pemerintahan, kebijakan peningkatan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN, guru, dan tenaga kesehatan mulai diberlakukan untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik. Insentif bagi RT/RW, kader sosial, guru mengaji, dan pegawai syara’ juga ditingkatkan sebagai bagian dari penguatan aspek sosial dan keagamaan.
Pada sektor produksi, pemerintah menjalankan program asuransi bagi petani, peternak, dan nelayan yang diimplementasikan secara bertahap.
Sementara itu, sejumlah program strategis lainnya masih dalam tahap penguatan, seperti penyaluran bantuan tepat sasaran yang memerlukan pembaruan dan validasi data penerima manfaat, serta program pengendalian banjir melalui normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase.
Dalam aspek tata kelola pemerintahan, pemerintah menegaskan komitmen terhadap praktik pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi melalui peningkatan transparansi serta pengawasan. Program internet gratis dan pembangunan command center juga tengah dipersiapkan sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan publik.
Adapun program jangka panjang yang menjadi bagian dari visi pembangunan kota meliputi pembangunan sport center, creative hub, dan penguatan konsep kota event guna meningkatkan daya saing daerah di masa mendatang.
Wali Kota Tasming Hamid menyampaikan bahwa capaian yang diraih merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat bersama jajaran pemerintah daerah.
“Capaian ini merupakan kerja kolektif seluruh masyarakat Parepare. Kami akan terus memastikan setiap program pembangunan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah Kota Parepare menegaskan komitmennya untuk menjaga tren positif tersebut melalui penguatan program pengentasan kemiskinan, peningkatan mutu layanan pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan sektor ekonomi produktif.
Pemerintah juga menyatakan bahwa tahun pertama pemerintahan merupakan fase awal dalam membangun fondasi kebijakan dan pelaksanaan program prioritas.
“Ke depan, berbagai program tersebut akan terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Tasming.
Leave a Reply