Makassar, VOID.CO.ID — Upaya mengurai kemacetan di Jalan Leimena, Antang, menjadi fokus utama dalam Forum Lalu Lintas yang digelar Dinas Perhubungan Kota Makassar di Hotel Novotel, Selasa (9/9/2025).
Forum ini mengusung tema “Kemacetan di Ruas Jalan Leimena” dan menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor.
Salah satu pembicara, pemerhati transportasi Ir. Aslam Katutu, memaparkan solusi jangka pendek dan panjang untuk menangani kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut. Dalam presentasinya yang bertajuk “Mengurai Benang Kusut Kemacetan di Jl. Leimena”, Aslam mengapresiasi keterbukaan Pemerintah Kota Makassar dalam menampung masukan dari berbagai pihak.
“Saya bersyukur forum ini digelar sebagai wadah kolaboratif untuk mencari solusi kemacetan. Ini bentuk komitmen bersama,” ujar Aslam.
Ia mengungkapkan bahwa sejumlah ide telah disampaikan sebelumnya, termasuk saat Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melakukan peninjauan langsung ke Jalan Leimena pada April lalu. Salah satu usulan konkret adalah pembangunan jalur alternatif yang menghubungkan Middle Ring Road ke kawasan Bukit Baruga.
“Pagi tadi, Pak Wali bersama tim sudah meninjau langsung lokasi yang direncanakan sebagai jalur baru. Ini bukti keseriusan beliau,” tambahnya.
Gagasan tersebut mendapat dukungan dari Ir. Natsir Mardan, COO Bukit Baruga, serta pakar lingkungan hidup Ir. Muliadi Saleh. Keduanya menilai jalur alternatif penting untuk mengurangi kepadatan kendaraan di Jalan Leimena yang telah melebihi kapasitas.
Forum juga sempat menjadwalkan kehadiran Prof. Lambang Basri dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), namun berhalangan hadir. Meski demikian, sejumlah masukan teknis dari Lambang tetap disampaikan melalui Aslam, termasuk desain rekayasa lalu lintas berbentuk lingkaran di Simpang 7 Bukit Baruga.
Selain itu, Aslam menyoroti peran aktif masyarakat dan organisasi profesi seperti HPJI dalam mencari solusi transportasi. Ia mencontohkan usulan pembangunan simpang susun dari Jalan Tol ke BTP yang pernah diajukan HPJI Sulsel pada 2023 dan kini tengah diproses oleh Kementerian PUPR.
Forum ditutup dengan harapan agar diskusi serupa terus dilanjutkan, menyasar titik-titik kemacetan lain di Kota Makassar sebagai bagian dari upaya menyeluruh membenahi sistem transportasi perkotaan.
Leave a Reply