MAKASSAR, VOID.CO.ID – Pemerintah Kota Makassar memastikan program seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat SD dan SMP Negeri tetap berjalan dan akan mulai didistribusikan pada Juli ini.
Kepastian ini disampaikan Sekretaris Kota Makassar, A. Zulkifly Nanda, menanggapi keresahan masyarakat terkait keterlambatan pelaksanaan program menjelang tahun ajaran baru.
Menurut Zulkifly, proses tender pengadaan telah rampung dan kini memasuki tahap finalisasi administrasi serta audit probity dengan pendampingan dari Aparat Penegak Hukum (APH).
Distribusi seragam akan dilakukan secara bertahap, mengingat jumlah siswa penerima yang mencapai puluhan ribu.
“Distribusi kemungkinan dimulai sepekan setelah sekolah masuk. Tidak bisa serentak karena proses produksi dan pengiriman butuh waktu,” ujar Zulkifly di Balai Kota Makassar, Kamis (10/7/2025).
Ia menyebut, terdapat 31 penyedia seragam yang telah terverifikasi dan siap memproduksi sesuai kapasitas masing-masing.
Anggaran sebesar Rp11,49 miliar telah dialokasikan untuk pengadaan sekitar 66.000 stel seragam, masing-masing untuk siswa kelas 1 SD dan kelas 7 SMP.
Anggaran tersebut bersumber dari efisiensi belanja daerah sesuai Instruksi Presiden dan surat edaran efisiensi tahun 2025.
“Salah satu prioritas penggunaan anggaran adalah untuk pelayanan pendidikan,” tegas Zulkifly.
Seragam yang akan dibagikan pada tahap awal berupa satu stel seragam nasional – putih merah untuk SD dan putih biru untuk SMP.
Sementara seragam batik dan olahraga belum termasuk dalam paket pengadaan tahun ini.
Menanggapi kekhawatiran orang tua siswa, Pemkot memastikan sekolah tidak akan mewajibkan penggunaan seragam pada masa orientasi.
Selain itu, surat edaran telah disiapkan untuk melarang praktik jual beli seragam di sekolah.
“Orang tua tidak diwajibkan membeli seragam. Kalau mau menunggu, silakan.
Pemerintah akan memberikan secara gratis. Bagi yang ingin membeli lebih dulu juga tidak dilarang,” kata Zulkifly.
Ia menegaskan, Pemkot berkomitmen penuh menyukseskan program ini, meski pelaksanaannya dilakukan bertahap.
“Jika ada kendala di lapangan, itu jadi bahan evaluasi. Tapi program tetap jalan tahun ini,” pungkasnya.
Leave a Reply