MAKASSAR, VOID.CO.ID– Menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada 2025, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah situs bersejarah di kota tersebut. Salah satu lokasi yang menjadi sorotan utama adalah Monumen Maha Putra Emmy Saelan di Jalan Letjen Hertasning, Kecamatan Rappocini.
Monumen yang didirikan sebagai penghormatan kepada pahlawan wanita Sulawesi Selatan, Emmy Saelan, saat ini menunjukkan kondisi yang memprihatinkan.
Berbagai kerusakan terlihat jelas, mulai dari keramik yang pecah, cat yang pudar, pagar yang rendah dan kurang layak, hingga tumbuhnya tanaman liar di sekitar area monumen.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan Wali Kota Munafri yang langsung menyoroti kurangnya perhatian dari dinas terkait serta pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat. “Apakah monumen ini termasuk aset Pemkot? Jika iya, segera alokasikan anggaran untuk perbaikan,” tegas Munafri saat meninjau lokasi.
Turut hadir dalam inspeksi tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Kebudayaan, perwakilan BPKAD, dan pihak Kecamatan Rappocini. Munafri menegaskan pentingnya perbaikan menyeluruh agar monumen dapat terawat dengan baik sebagai bagian dari pelestarian situs sejarah Kota Makassar.
“Instansi yang bertanggung jawab harus segera melakukan perbaikan, termasuk memperbaiki dan meninggikan pagar serta menyiapkan pos penjagaan. Ini simbol sejarah yang harus dijaga, bukan dibiarkan rusak,” ujarnya.
Munafri juga mengingatkan bahwa menjaga tempat bersejarah bukan sekadar ritual seremonial, melainkan bentuk penghormatan nyata kepada para pahlawan. Monumen Emmy Saelan adalah pengingat akan keberanian dan pengorbanan perempuan Sulsel dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa.
Ia meminta SKPD terkait untuk segera menindaklanjuti dengan perbaikan total. Bila monumen belum tercatat sebagai aset pemerintah kota, maka pencatatan dan perencanaan harus dilakukan agar tidak terbengkalai.
Lebih jauh, Wali Kota mendorong pengembangan situs bersejarah sebagai bagian dari edukasi publik dan destinasi wisata sejarah dengan fasilitas yang memadai.
“Kita ingin tempat ini ramai dikunjungi pelajar, masyarakat, dan wisatawan. Namun kondisi saat ini masih jauh dari layak. Mulai tahun ini, harus ada perbaikan,” pungkas Munafri.
Monumen Maha Putra Emmy Saelan dibangun sebagai penghormatan kepada pejuang wanita asal Sulsel yang gugur muda di medan perang.
Sayangnya, kemegahan sejarah monumen itu kini tertutup oleh kondisi fisik yang kurang terawat, tanpa papan informasi yang memadai dan tata kelola kawasan yang kurang baik.
Inspeksi ini menjadi sinyal kuat komitmen Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin untuk menjadikan pelestarian sejarah dan warisan perjuangan sebagai bagian penting dari identitas dan pembangunan kota.
Munafri berharap sinergi antar berbagai instansi pemerintah hingga masyarakat dapat mengembalikan nilai sejarah melalui perawatan dan pengelolaan ruang bersejarah yang tepat.
Leave a Reply