Wali Kota Makassar Paparkan Tujuh Program Unggulan di Hadapan Ribuan Wisudawan UNM

Wali Kota Makassar Paparkan Tujuh Program Unggulan di Hadapan Ribuan Wisudawan UNM

Pemkot Makassar Paparkan Tujuh Program Unggulan di Wisudawan UNM

MAKASSAR, VOID.CO.ID – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan orasi inspiratif dalam acara wisuda Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis (21/8/2025). Di hadapan lebih dari seribu lulusan baru, Munafri menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan hidup yang sesungguhnya.

“Banyak yang mengira wisuda adalah akhir segalanya. Padahal justru ini adalah permulaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Munafri juga membagikan kisah perjuangannya semasa kuliah di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Ia secara terbuka menyebut dirinya sebagai “Mapala” atau Mahasiswa Paling Lama, karena menyelesaikan studi dalam enam tahun, sejak 1993 hingga 1999.

Ia menceritakan masa-masa sulit saat harus membiayai kuliah sendiri sejak semester dua. Dengan biaya kuliah Rp90.000 per semester, Munafri bekerja di berbagai tempat, termasuk menjadi penyiar radio. Bahkan sempat meninggalkan kuliah dan merantau ke Surabaya sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali dan menyelesaikan studinya.

“Kalau saya menyerah saat itu, saya tidak akan berdiri di sini sebagai Wali Kota,” kenangnya.

Munafri juga menyinggung dinamika mahasiswa pada era reformasi, di mana demonstrasi lebih sering dilakukan dibanding belajar di ruang kelas. Namun, ia bersyukur tetap bisa lulus dan kini diberi amanah memimpin Kota Makassar.

Sebagai penutup, ia berpesan agar para lulusan tidak cepat berpuas diri.

“Masa depan ditentukan oleh kerja keras, ketekunan, dan doa orang tua,” tegasnya.

Paparkan Tujuh Program Prioritas

Dalam momen tersebut, Munafri turut memaparkan tujuh program unggulan yang menjadi prioritas Pemerintah Kota Makassar periode 2025–2030. Program yang dikemas dalam agenda MULIA (Makassar Unggul, Lestari, Inklusif, dan Amanah) ini disusun berdasarkan aspirasi warga sejak masa kampanye.

“Tujuh program ini adalah amanah rakyat, bukan sekadar janji politik. Tugas kami adalah mewujudkannya dengan tanggung jawab,” ujarnya.

Adapun tujuh program unggulan tersebut meliputi:

  1. Seragam gratis untuk siswa baru tingkat SD dan SMP.
  2. Sambungan air bersih PDAM gratis bagi warga kurang mampu.
  3. Jaminan sosial bagi pekerja rentan, mencakup jaminan kerja dan kematian.
  4. Pembangunan stadion baru untuk mendukung olahraga, khususnya sepak bola.
  5. Layanan publik digital “Lontara+”, sebagai super apps kebutuhan masyarakat.
  6. Iuran sampah gratis, yang mulai diterapkan sejak Juli lalu.
  7. Penguatan kolaborasi masyarakat dan pemerintah, guna memastikan pelayanan publik berjalan efektif.

Munafri menegaskan, pelaksanaan program-program ini akan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat, akademisi, dunia usaha, hingga pemangku kepentingan lainnya. Ia optimistis Makassar akan tumbuh sebagai kota yang nyaman, inklusif, dan menjadi pusat pertumbuhan baru di Indonesia timur.

“Mari kawal bersama. Keberhasilan program ini adalah keberhasilan kita semua,” pungkasnya.

Sebagai penutup acara, turut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Makassar dan UNM sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi.

Leave a Reply